Akhir-akhir ini jam tidur saya kembali normal, sebelumnya tidak bisa tidur sebelum jam 00.00 WIB. Mungkin karena di seminggu kemarin saya disibukinsama schedule penuh yang bikin cape hate. Dari ngurus gathering, terus kerjaan dinas luar, sampe liburan akhir tahun ke gunung.
Sehabis men-Youtube Malam Minggu Miko 2, semua episode, saya mandi, dan akhirnya ada waktu iseng untuk nulis di ruang tamu. Ada bapa saya disini, ibu sedang ada syukuran di entah, adik-adiku sedang kuliah, mungkin.
Sambil minum teh, saya liat sandal jepit yang udah kurang lebih tiga tahun ikut sama saya karena saya beli dan sendalnya gak ada pilihan lain selain diperbudak dan ikut sama saya.
Bentuknya tidak seperti sandal jepit pada umumnya, yang berwarna biru atau merah. Ini lebih ke sandal gunung, tapi ada ujung sandal yang dijepit dengan jempol kaki dan jari yang disampingnya.
Saya beri nama sandal ini, Boy. Tanpa maksud untuk merendahkan nama Boy sedikitpun. Dan si Boy manggil saya dengan sebutan Yang dipertuan Juragan Agung Johan.
Kau boleh percaya saya penganut sekte “cinta pada pandangan pertama”, sesat atau bukan itu urusanku. Begitupun saat beli sandal. Sendalnya seakancaper ke saya, “diih ngapain coba ada di etalase paling depan” kata saya dalam hati, caper banget kan?. Tapi waktu itu Boy sungguh memikat sih. Makanya dibeli.
Harganya Cuma Rp 80.000,- tapi harga kesetiaannya priceless.
Ini pertama kalinya punya sandal dan awet, sandal lain sebelum Boy seringnya ilang atau baru berapa bulan pake udah rusak.
Sedikit mengenang jasa Boy yang mau saya pensiunkan, saya mau nulis statistic tentang si Boy ini tanpa bermaksud untuk promosi:
Dipakai pacaran : 12 kali
Dipakai mudik : 3 kali
Dipakai ke Gunung : 8 kali
Dipakai Sholat : Gak pernah
(yakali sholat pake sandal)
Dipakai pergi jumatan : Gak pernah (takut ilang)
Lolos dari maut : 2 kali
(sendalnya pernah hampir ketabrak, juga pernah terjun dari gedung lantai 4)
Dipakai ke pantai : 2 kali
Dilempar buat ngusir ayam : 23 kali
Diganti warna : Gak pernah
DiLoundry : Gak pernah
Dibehel : Gak pernah
Dipinjem temen : sering
Dipake buat matiin kecoa : +/- 27 kali
Itu sedikit dari banyak statistic si Boy, saya pensiunkan soalnya karet sol sebelah kiri sudah mulai aus, mana bisa saya pake si Boy Cuma yang kanan aja. Sulit untuk ninggalin si Boy, masa saya ninggalin Boy karena fisik dia udah tua sih. Kan nggak.
Tapi jika kamu mengerti, ini bukan mengenai sandal. Tapi mengenai kesetiaan. Kesetiaannya harus dibarter dengan kesetiaan juga. Saya menghargai kesetiaan bahkan dari sandal sekalipun. #nowplaying setia band - saat terakhir (apa sih jo….? -_-)
Bye…..

No comments:
Post a Comment