Hai.. saya orang baru di blogger, tulisan inipun saya pindahkan dari akun tumblr saya :)
Kali ini masih seperti biasa membuat tulisan lepas yang tidak suci apalagi menyucikan, tidak harus wudhu terlebih dahulu, atau boleh bila ingin. Cianjur sedang dingin dengan diamnya, Cipanas serupa. Kopi di kamarku tidak ada, karena saya gak bikin, ini aneh.
Di bulan kedua di 2014, apa kabar sama resolusi kalian? Semoga belum ada yang tercapai ya, supaya saya ada yang temenin.
Akan menulis tentang sesuatu. Jika kamu bisa membaca fikiranku mungkin kamu sudah tau, sayangnya tidak. Kan? Tapi sebentar lagi kamu akan tahu, karena sudah saya setting seperti itu. Apapun itu, mari kita selesaikan ini dalam satu nafas.
SEBAIKNYA ANDA MALU DENGAN ANAK SMP

Jangan sepelekan pemikiran anak SMP, karena sekarang walaupun masih SMP mereka punya pemikiran dewasa, jauh ke depan, bahkan terlalu depan. Saya jika beriringan dengan mereka sering merasa malu, bukan karena mereka malu-maluin, tapi justru saya yang malu-maluin mereka
Sebenernya banyak pemikiran anak SMP yang berhak untuk menjadi bahan tulisan, tapi yang saya pilih sekarang yang lagi ngetrend aja deh di kalangan anak SMP. Guess what?
Minggu lalu saya ditembak sama cewek, anak SMP. Ditembak dalam bukan arti sebenarnya, kalo iya mungkin saya sudah mati, nyatanya tidak, hanya kiasan saja untuk mengungkapkan rasa cinta pada seseorang. Sayangnya, itu hanya games saja Truth or Dare. Dia cewe yang nembak saya, lagi apes di games, jadi kena hukuman.
Saya sih, asik-asik aja. Ini mengingat saya udah lama gak ditembak cewek, jadi penembakan itu saya anggap serius.. HAHAHA, so freak I am.. nggak, nggak, bohong deh.. saya nggak begitu gilanya kayak gitu ya…
Sehari kemudian gossip menyebar, dan ada beberapa temen minta PJ (singkatan dari: Pajak Jadian). Ini, di kalangan anak SMP hukumnya wajib, atau paling nggak Sunnah Muakad. Saya mikirnya, kasian juga buat anak yang playboy/girl yang sering jadian. Emang sih, gak ada aturan baku mesti bayar pajak 50% dari uang jajan atau apapun itu.
HUKUM I JO“Seringnya jadian berbanding lurus dengan banyaknya pajak yang dikeluarkan”
Ternyata, pengeluaran mereka gak berhenti nyampe disitu. Sudah jelas untuk pacaran itu mesti ada pengeluaran, biasanya salah satu jadi korban, entah itu cowoknya atau ceweknya, atau keduanya. Ada pajak lain lagi yang mesti mereka keluarin, ketika mereka anniversary tanggal jadian mereka, namanya PA (Pajak Anniversary) yang ini mereka bayarkan tiap bulan saat tanggal jadian mereka. Atau mereka lebih suka menyebutnya monthsary, soalnya banyak yang protes, anniversary kok perbulan.
Saya bersyukur saya tidak hidup sekolah di SMP di zaman sekarang, ini tentang beratnya hidup anak SMP di era globalisasi. Kalian pasti setuju, setelah membaca ini, padahal saya belum nambahin yang namanya PU (Pajak Ulangtahun), PD (Pajak DiPHP-in), dan pajak-pajak lainnya. Sungguh berat, jendral.
“KALIAN BISA BAYAR PAJAK JADIAN SENDIRI, TAPI UNTUK BAYAR ZAKAT FITRAH MASIH DIBAYARIN SAMA ORANG TUA. IRONIS. HUFT”
Lets thinks the opposite, dari sudut pandang berbeda justru ini memberikan banyak dampak positif bagi diri sendiri, orang lain, dan bahkan Negara..OMG.. ini sedikit dari banyak yang akan saya bahas sedikit tapi dibanyak-banyakin
1. Mendidik taat bayar pajak
Pasti sering liat iklan pemerintah yang bertajuk “Orang Bijak Bayar Pajak”, kan? kalo saya sih, nggak apa-apa nggak dibilang orang bijak juga hehe. Ya kesadaran bayar pajak penduduk Indonesia masih kecil, ini berdampak terhadap besaran APBN yang relative kecil jika dibanding Indonesia yang besar. Dengan adanya PJ ini mengajarkan bahwa membayar pajak bisa dilatih sejak dini, jika sejak kecil sudah dibiasakan membayar pajak sebagai kewajiban, maka nantinya akan lebih menjadi terbiasa. Semoga begitu.
Saya curiga orang dibalik adanya Pajak Jadian ini adalah orang dari dinas perpajakan.
2. Menambah APBN
Kok menambah APBN? Jelas jika pajak jadian ini dikelola Negara, ini akan menambah penghasilan Negara. Bayangkan jika dalam satu hari ada 2000 pasangan anak SMP yang jadian, dan setiap pasangan membayar pajak jadian sebesar Rp 50.000,- kalikan dengan setahun. Pak mentri, tolong tampung usulan saya ini pak, please banget.
3. Mendidik toleransi terhadap jomblo

Saat zaman saya SMP ketika ada teman yang jadian, kaum jomblo selalu bersedih menyalahkan diri sendiri kenapa begitu ngenes, kenapa dunia gak adil terhadap kaum jomblo. Kini zaman telah berubah, jika kamu jomblo dan temanmu jadian, dekatilah kaum yang telah jadian tersebut, jika beruntung pasti kecipratan hasil pajak. Selamat mencoba, mblo.
4. Sebagai control terhadap playboy/girl
Pajak inipun dapat digunakan sebagai control persebaran playboy/girl di Indonesia. Karena dengan adanya pajak ini, justru kaum playboy/girl sangat merasa dirugikan. Sebagai contoh playboy, saya tunjuk Eyang Subur, dia memiliki istri 8 waktu itu kalau tidak salah. Bayangkan, 8 Pajak jadian yang mesti ditanggung Eyang, bayangkan juga 8 Pajak Anniversary perbulan untuk merayakan tanggal jadian Eyang, ini belom ditambah Pajak Malem Minggu (PMM), Pajak Bikin Anak (PBA), Pajak Penghasilan (PPh), Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) etc. etc.
5. Meringankan tugas KPK
Ini baik jika pajak jadian tidak disalurkan ke Negara, pajak benar-benar akan dari rakyat dan untuk rakyat, aman dan tak tersentuh oleh pejabat & anggota DPR yang korup.
Semoga tulisan saya mengedukasi ya. HAHAHAHA.
tulisan ini saya ambil dari akun tumblr punya saya sendiri Nazzarella.tumblr.com